Senin, 09 Oktober 2017

BLOGGER : RENCANA HANYALAH SEBUAH RENCANA




Yolo…

Salam blogger J

Sebelumnya blogger mau nanya ke kalian. Pernah enggak kalian berpikir, “Udah buat rencana jauh2 hari, mateng2, eh malah enggak kesampaian.” ?

Nah, kali ini blogger mau membahas tentang rencana.

Seperti biasa, namaku Ridho Adha, lengkapnya Zayn Malik. Wkwkwkkw :v


-
-
-
-
-

Suatu hari, blogger pernah membuat sebuah rencana. Waktu itu suasana masih dalam nuansa bulan Ramadhan. Kalian tau bulan Ramadhan?

Yak benar, bulan Ramadhan adalah bulan dimana seorang muslim, berpuasa, menahan hawa nafsu, seperti lapar dan haus. Juga folder “rahasia”-nya dirubah menjadi hidden.

Sambil menunggu buka puasa, blogger mengisi waktu dengan menonton drama Korea, film Jepang ( Bukan yang begituan ya, jangan ngeres. Udah kena hidden kok. ), dan anime. Itu juga sambil2 nulis cerita. Waktu itu cerita blogger yang sedang blogger ketik berjudul ‘Janji Penulis’.

Nah, rencana hanya sebuah rencana. Habis sahur, rencananya blogger mau lanjut ngetik. Tapi sebelumnya blogger mau mandi, lalu sholat subuh. Eh, habis sholat subuh, malah lanjut ke warnet. Mengetiknya batal. Itu juga ke warnet emang mendadak, mau ngirim cerita untuk dilombakan.
Pulang dari warnet, kampretnya lagi nih, mau lanjut ngetik, malah mati listrik, alias mati lampu. Sial bet dah.

Jam 2 siang, listrik nyala. Mau ngetik, skrip hilang. Terpaksa nyari lagi deh. Pas udah ketemu, blogger malah disuruh sama keluarga yang lain. Tante blogger minta dibelikan bahan masakan di warung, kayak sayur, dan … ya pokoknya bahan masakan. Blogger pergi, eh tuanya ngantri.
Jam 5, blogger bangun karena habis sholat Ashar ketiduran.

Bangun, lalu mandi, mau lanjut ngetik sambil nunggu buka puasa, eh malah disuruh lagi, beli takjil. Blogger langsung berpikir, “Kampret, kapan gue bisa ngetiknya??????”.

Akhirnya blogger putuskan untuk mengetik malam, sehabis pulang sholat terawih. Sehabis sholat terawih, … nah… blogger enggak jadi ngetik lagi. “Kampreeeet.”.

Serius, ini mau ngetik dan nyelesaiin cerita susah amat yak.

Sahabat blogger, Imam dan Anul, udah balik ke Pekanbaru. Anul dari Medan, Imam dari Solo. Kami ngumpul2 di mesjid, lalu pergi ke Alfamart buat cerita2. Sekedar bertanya kabar, apa aktivitas, kerja apa sekarang, dan udah punya pacar apa belum. Untung kami bertiga sama2 jomblo, waktu itu. Sekarang Imam udah mau nikah, Anul…. kayaknya udah deh. Cuma blogger yang belum. Maklumlah, nasib orang jelek.

Jam 12 malam, kami pulang ke rumah masing2. Blogger mau ngetik, malas, udah ngantuk soalnya. Ya udah, buat deh schedule untuk besok.

Pagi harinya, … ya… begitulah.

Mungkin rencana yang kita udah kita atur dengan sebaik2 mungkin, serapi2 mungkin, dan se-detail2 mungkin, enggak akan pernah terjadi, karena … karena apa?

Karena rencana Tuhan jauh lebih baik dari rencana kita.

Rencana blogger dalam melakukan sesuatu, termasuk cerita diatas, emang enggak terjadi seperti yang udah blogger atur, tapi… blogger akhirnya bisa menyelesaikan cerita tersebut, lewat kejadian yang udah Tuhan rencanakan.

Blogger yang tadinya ingin ‘Begini’, tapi malah jadi ‘Begitu’. Tuhan seperti menunjukkan kalau ‘Begini’ yang udah blogger atur, ternyata enggak bagus, dan ‘Begitu’ yang udah Tuhan rencanakan adalah yang bagus, dan tepat untuk blogger tulis.

Sekarang, blogger berencana untuk mengumpulkan uang lagi, setelah uang blogger habis dalam sekejap. 500 ribu dalam satu hari, WOW….

Blogger mau ngumpulkan uang, untuk kembali menuliskan cerita. Uang itu bisa dipakai untuk nge-print dan mengirimkannya lagi. Udah ada skrip, dan … ya… walaupun awalnya blogger ingin membeli novel dari uang 500 ribu tersebut, eh malah enggak jadi.

Kembali ke kejadian awal, rencana hanyalah sebuah rencana. Rencana yang mau beli novel untuk referensi, eh malah enggak jadi. Ya itu, mungkin Tuhan udah mengatur rencana yang jauh lebih baik dari sekarang. Bukan blogger yang mengeluarkan uang untuk membeli novel, kali aja ada novel jatuh dari surga. Emangnya bidadari doang yang bisa jatuh dari surga.

Atau jangan2, cerita blogger bakalan jadi buku lagi, dalam tahun ini. Mungkin, ya mungkin. Semoga, ya semoga.
-
-
-
-

Jadi inti dari cerita yang enggak jelas ini, “Rencana hanya sebuah rencana.”. Kalian paham?

Ya udah, blogger pamit.


Salam, Blogger. J

Kamis, 05 Oktober 2017

BLOGGER : PENGEN KE JAKARTA.





Yolo….

Blogger enggak tau kalian menanti2kan cerita blogger atau enggak.

Atau emang bloggernya yang baper, karena views cerita blogger naik lagi kembali seperti semula.


Penting enggak penting, maaf karena udah membuat cerita yang aneh dan enggak bermanfaat ini.

Jadi, hari ini blogger sibuk banget. Blogger terbangun siang hari, tepatnya pukul 10 pagi. 10 pagi atau 10 siang? Kalau blogger sih 10 pagi.

Blogger mandi, tapi blogger malah ketiduran lagi. Jadi kayak lagu mendiang mbah Surip.

Blogger terbangun lagi pukul 11. Blogger siap2 deh berangkat ke toko percetakan. Bermaksud pengen nge-print cerita ke-6 dan ke-7 blogger, yang sempat nganggur karena uang hasil menang lomba menulis cerita, atau artikel belum juga dikirim. Tapi kemarin malam udah dikirim. 

Alhamdulillah banget.




Blogger lekas berpakaian, dan berangkat.

Di percetakan, blogger langsung print dah tuh dua cerita blogger. Awalnya blogger mau print pakai print fotocopy, tapi kata abang2nya, “Udah, pakai print biasa aja. Disamakan aja harganya.”.
Blogger bersyukur banget. Soalnya nih ya, kalau print biasa itu, harganya 500 per lembar, kalau print fotocopy 300 per lembar. Baik banget abangnya.





Uang blogger tinggal 300 ribu, karena 170 ribu nya udah blogger pakai untuk beli jeans hitam, dan …. Ya gitulah pokoknya, namanya juga anak muda. Hahahaha… ( Yang jelas bukan judi online, masang togel, beli rokok atau nraktir doi, karena blogger aja jomblo. )

Dua cerita, uang blogger habis 97 ribu. Jangan dihitung tinggal berapa uang blogger, pokoknya dalam satu hari, blogger ngabisin uang lebih 200 ribu.

Blogger langsung ke kantor pos, buat ngirim cerita itu. Dengan waktu yang sangat lama, kesinilah, kesitulah, kesiniliah, kesitulah, ya pokoknya naskah cerita blogger udah mengunjungi banyak tempat. Maklum, andaikan blogger punya printer sendiri, mungkin blogger enggak akan berkelana dan tour kesana-kemari, hanya untuk naskah.

Tapi blogger berpikir, “Namanya juga usaha.”.

Blogger berharap banget, dua cerita blogger jadi buku. Lalu blogger bisa ke Jakarta. Tapi sebelum ke Jakarta, blogger mau pamit dengan orangtua, dan membelikan orangtua blogger motor. Khususnya ayah blogger, karena motor ayah blogger kena curi sewaktu diparkirkan di parkiran kantornya. Udah lama soalnya, jadi ayah blogger minjam motor adik blogger yang nomor dua. Untungnya adik blogger yang nomor dua enggak sibuk2 banget. Kalau blogger mah, sibuk. Walaupun pengangguran. Sibuknya bukan karena pacaran ya, atau cari cewek. Blogger jelek juga, mana ada yang mau juga.

Lanjut….

Blogger juga mau beliin ayah blogger hape, karena ayah blogger enggak pakai hape sekarang, adik blogger yang pakai, suka banget sama Young Lex, anjuuu..

Dengerin lagu Young Lex terus. Anju lah…

Ayah blogger juga mau2nya aja minjemin.

Ibu blogger juga, blogger marahin adik blogger, malah blogger yang balik dimarah. Kampret banget. Kenapa coba? Kenapa harus … yaa.. gitulah pokoknya. Anak jaman sekarang enggak beres tontonannya.

*) Skip Young Lex.

Lunasin hutang ibu blogger juga, dan membelikan adik2 blogger tivi. Tivi di rumah kena maling juga. Udah lama sih, udah hampir 1 tahun lalu.

Di warung, blogger mau Menuhin isi jajanan warung ibu blogger.

Waaah… mimpi blogger kayaknya hanyalah sebuah rencana, yang enggak akan pernah terwujud. Sepertinya. Apalagi blogger juga enggak banyak banget berjuang. Cuma modal nulis2 doang mah, apa hebatnya. Enggak ada.

Mendingan jadi PNS, bisa terwujud dah tuh mimpi.

Tapi nih ya, blogger malah berpikir, “Seenggaknya aku udah berusaha, dan enggak hanya diam dan menunggu rencana Tuhan untukku.”.

Dari semua yang udah blogger alami, blogger mengambil prinsip, kalau hambatan, cobaan dan ujian, adalah jalan untuk sukses. Walaupun… walaupun sukses itu hanyalah sebuah angan2, dan mimpi saja. Apa bisa, blogger yang selalu dipandang rendah, dibilang pesimis, diacuhkan, dicueki dan enggak pernah didukung dengan keluarga menjadi seorang penulis, meraih mimpi tersebut?


Blogger mah konsisten-konsisten aja, kalau iya, iya, enggak, enggak. Kalau kata Kasino Warkop, “Namanya juga usaha.”.





Rabu, 04 Oktober 2017

BLOGGER : KEGAGALAN ADALAH AWAL DARI SEBUAH KEBERHASILAN.




Yolo….

Blogger hadir lagi, dengan cerita yang kali akan memotivasi kalian semua. Tapi sebelumnya, blogger mau minta keseriusan kalian untuk membaca cerita blogger ini. Blogger takut, kalau kalian enggak serius, kalian malah mengira, “Cerita apaan nih? Kampret lah. Buang2 waktu gue aja. Mendingan gue nonton drakor.”. *Drakor = Drama Korea. ( Koreanya Korea Utara. )
-
-
-
-
-
-
-

Udah serius?

Oke, blogger mulai.

Sebelumnya, namaku Ridho Adha, nama penaku, Ridho A Arie. Aku sering dipanggil Arie, Ai, Edo dan Spongebob. Untuk Spongebob, suatu saat akan kuceritakan.

Tapi disini aku menyebut diriku ‘blogger’.

Siang hari ini, blogger bingung mau ngapain.

Pertama, motor blogger minyaknya res, udah merah. Enggak bisa dibawa jalan, itu juga kalau dibawa, pasti bakalan mati ditengah jalan.

Kedua, blogger belum punya uang. Buat isi minyak, buat ngeprint cerita ke-6 dan ke-7 juga belum ada, apalagi untuk isi minyak.

Ketiga, notebook blogger panas. Mau ngetik, takutnya malah rusak.

Keempat, blogger jomblo. Enggak ada yang mau sama blogger, maklumlah, bloggerkan jelek. Makanya nama bloggernya, “Jelek-Jelek Penulis”. Nanti kalau udah ganteng, blogger tukar jadi “Ganteng-Ganteng Penulis”.

Kelima, terima kasih karena udah tertawa, dengan lawakan blogger yang garing abis.

Cerita dimulai.

Selesai mandi, blogger mengambil handuk, mengeringkan badan, lalu pergi mencari baju di lemari besar, yang emang lemarinya enggak ada di kamar blogger. Enggak muat buat dimasukin, kamar blogger mah kecil. ( Buat yang udah liat dan tau kamar blogger, pasti tau. Tapi kalau yang belum, ini blogger kasih liat. )





Udah dapat bajunya, blogger liat sesuatu. Kardus minuman, lalu iseng blogger ambil, buka, eh …
“Hmmm…”

Blogger bawa ke kamar.

Blogger udah berpakaian, dan sambil mengeringkan rambut blogger yang udah tumbuh cukup panjang, blogger liat2 deh isi di dalam kardus.

“Hmm.. jadi bernolstagila.”

Blogger baru ingat, kalau isi kardus tersebut adalah naskah cerita blogger, yang gagal menjadi buku. Gila2 aja, udah hampir satu tahun, masih ada juga tuh naskah. Padahal terakhir kali blogger ingat, itu naskah cerita, hilang. Blogger aja sempat nyari2in. Entah siapa yang naruh, kayaknya tante blogger. ( Yang mengira blogger cewek, di cerita sebelumnya. )

Blogger baca2 deh, lumayan lucu juga. Namun… namun nih ya, banyak kesalahannya.
Maaf kalau enggak ada lucu2nya cerita blogger yang sekarang, karena ini lagi serius, dan blogger lagi enggak mau ngelawak. ( Itu juga kalau ngelawak, siapa juga yang mau ketawa. )

Blogger jadi keingat dengan postingan blogger satu tahun yang lalu. Kira2 satu tahun lah.


Blogger jadi kepikiran untuk menulis kembali, padahal cerita ke-6 dan ke-7 belum di print. Emang sih belum, tapi kan enggak ada salahnya kalau blogger menulis lagi, itu juga blogger dapat ide lagi buat nulis.

Tapi blogger sadar, mendingan nunggu cerita ke-6 dan ke-7 di print, terus dikirim, dan cari kerja dulu. Sambil2 nunggu kabar, apakah cerita blogger yang belum dapat kabar akan berhasil jadi buku.
Pemikiran pendek emang, tapi setelah blogger melihat ketiga naskah blogger yang gagal jadi buku, blogger jadi berpikir, “Kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Dan kesalahan, adalah awal dari sebuah kebenaran.”.





Udah banyak yang blogger habiskan untuk ketiga naskah ini.


*) Ini sekarang.
Blogger udah enggak pakai kacamata lagi, udah agak2 jelas pandangan. 
Rambut juga udah panjangan dikit.


Yang pergi ke rumah teman cuma buat ngeprint, bahkan sampai harus bolak-balik dari Labuhbaru Timur, ke Rumbai. Beli minyak, itu juga motor blogger boros. Belum lagi uang blogger emang minim, dompet blogger tipis, itu juga isinya kadang ada, kadang enggak. Kalau lagi  enggak ada isinya, mirip peci.

Haah…

Blogger jadi kepikiran deh buat membagikan kisah blogger yang gagal, agar para pembaca cerita blog blogger jadi terinspirasi dan termotivasi untuk enggak pantang menyerah dan menyia2kan apa yang udah mereka miliki.

Blogger yang hidup dalam kesederhanaan, notebook layar setengah, enggak punya wifi di rumah, handphone masih jadul, kuliah enggak, kerja enggak ( Karena enggak ada panggilan interview/ ), selalu disalahpahami, kamar panas, banyak nyamuk, juga … ya pokoknya gitulah.

Yang penting, blogger hanya ingin memberitau, “Kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Tetap berusaha, dan jangan pernah menyerah.”.

Blogger emang enggak beruntung, tapi blogger selalu berusaha, agar bisa mendapatkan apa yang blogger inginkan. Termasuk bertemu dengan Nabilah JKT48. Hahahahaha…


            

Senin, 02 Oktober 2017

BLOGGER : CEWEK YANG TERNYATA COWOK.


Yolo…

Salam blogger.

Sebelumnya blogger mau minta maaf karena kelamaan vakum. Minimnya ide, dan krismon, membuat blogger harus stop ngeblog, untuk sementra waktu. Walaupun blogger yakin, “Kayak ceritanya bagus aja, sampai harus minta maaf.”, beberapa mungkin ada berpikir seperti itu. Haha.. Haha… Haha… mungkin. 

Kenapa blogger berpikir seperti itu? Yaa… blogger kena komentarin kayak gitu, beberapa hari yang lalu. “Ceritanya dibagusin bisa enggak, bang?”. Untung blogger enggak kenal orangnya. Hehe… hehe.. Kalau kenal, udah blogger ajak ke lapangan, blogger ajak gelut, main bola.

Enggak perlu banyak bacod lagi, blogger mulai aja.

Namaku Ridho Adha, tapi sering dipanggil Edo, Arie dan Spongebob.



Tapi disini namaku ‘blogger’.

Pagi ini, blogger nemanin kakek blogger ambil uang di bank. Kakek blogger pensiuanan guru. Karena semua anak2nya udah pada nikah dan sibuk, jadi sebagai cucu, blogger deh yang nemanin kakek blogger. Karena lama, blogger pergi.

Blogger pergi ke rumahsakit, karena harus mengambil obat kakek blogger, yang sabtu kemarin belum sempat diambil. Tepatnya di RSUD Arifin Ahmad.

Cerita baru dimulai.

Blogger balik ke bank, dan menunggu kakek blogger dipanggil namanya. Maklum ngantri, banyak yang ambil uang pensiunan juga soalnya.

Blogger menunggu cukup lama di parkiran. Obat kakek blogger udah blogger ambil, dan blogger udah balik lagi ke bank.

DI RUMAH*

Blogger capek, blogger tiduran bentar, lalu bangkit lagi, nyalain notebook dan membuka file cerita blogger yang belum di print. Soalnya uang menang lomba menulis belum sampai, belum dikirim sama mereka, yang bersangkutan.

Blogger lagi nulis.

Tiba-tiba….

“Eh, ada temannya Arie. Arie nya mana? Pergi lagi ya dia?”

Blogger heran. “Loh?”.

Tante blogger mengira, kalau yang ada di dalam kamar blogger itu, teman blogger. Blogger dicariin dah tuh disudut rumah. Padahal Aprli mop udah lama lewatnya. “Ini tante blogger katarak ya matanya?”.

Blogger akhirnya sadar, ternyata…




Blogger emang mirip cewek. Pantas aja ibu blogger nyuruh2 potong rambut terus, kalau blogger balik ke rumah orangtua, dan menemui ayah, ibu dan adik2 bungsu blogger yang masih sekolah.

Blogger lepas deh karet yang mengikat rambut blogger. Tante blogger balik, baru dia bilang, “Eh, kau mah, Rie. Potong tuh rambut, mirip cewek kau sekarang.”.

Padahal blogger udah jarang cukur kumis. Ini aja baru 1 minggu, udah tumbuh lagi. Apa mungkin karena cahaya yang masuk ke dalam kamar blogger membuat kumis blogger tidak terlihat? Mungkin.

Serius, blogger heran. “Jangan2 emak gue dulunya emang pengen punya anak cewek lagi. Baru panjang segini aja, udah dibilang mirip cewek.”.

Jujur aja, blogger malas banget potong rambut. Obsesi blogger, “Panjangin kayak Antoine Griezmann ah.”, eh malah kepanjangan. Blogger mah emang begini orangnya, suka nyari hairstyle yang keren di-Google. Modal ikut-ikutan doang sih. Dulu pernah panjang banget, sampai punggung, hanya karena ikut2an Andy Carroll, pemain sepakbola klub West Ham United, yang pernah membela Newcastle City, Liverpool dan timnas Inggris.


Andaikan blogger dulu terlahir cewek, mungkin blogger udah jadi YouTuber sekarang. 

Selasa, 19 September 2017

BLOGGER : PENSIUN.

Yolo...

Apa kabar? 

Seperti biasa, blogger mau curhat nih.

Jadi, beberapa hari yang lalu, blogger ditanya dengan salahsatu teman blogger. Blogger enggak mau sebutin namanya. Soalnya dia juga bilang, "Kau jangan buat yang enggak2, Do, aku cuma nanya. Awas kalau dimasukin ke dalam blog.". 

Karena diancam, blogger enggak takut. Blogger takutnya cuma takut sama Tuhan. 

Teman blogger nanya gini, "Jadi gimana cerita kau, udah dapat kabar?". Blogger jawab, "Belum.". Habis itu ketawa. Blogger bingung aja gitu, "Apa yang lucu coba?".

Nah, setelah itu blogger ditanya sama teman blogger yang satu lagi, inisialnya 'H'. Dia nanya gini, "Jadi lo nulis lagi, Do?". Blogger emang lagi  nulis, itu juga cerita buat jadi novel. Alhamdulillah udah mau lanjut ke cerita ke-8.Tapi, boro2 jadi buku. Di print aja belum, apalagi dikirim ke penerbit. Uangnya belum ada.



Nah, blogger mau curhat juga nih. 

"KENAPA YANG MAMPIR KE CERITA BLOGGER JADI MAKIN SEDIKIT YA?"

Blogger terus berpikir. Di WC, blogger berpikir. Tapi malah yang muncul bukan ide, tapi t**. 

Blogger berpikir lagi. Kali ini di warnet, yang keluar bukan ide, tapi malah link anime yang blogger simpan di facebook.

Sampai di rumah, blogger baru kepikiran, "Oh iya, cerita gue garing. Enggak menarik, enggak lucu dan aneh.". 

Blogger balik ke WC, blogger kepikiran lagi, "Berhenti ngeblog aja ah kalau gitu.".

Dan... kayaknya benar deh, blogger untuk sementara enggak ngeblog dulu. Mendingan terkenal dulu, baru ngeblog. Biasanya kan juga gitu, kalau udah terkenal, apa pun yang kita buat, pasti orang bakalan ngeliat. Buktinya, ada yang mencari sensasi, terkenal, eh,,, begitu mau berkarya, banyak yang suka.

Intinya, blogger enggak pesimis.

Blogger malah berpikir, "Bodoh gue kalau berhenti ngeblog. Gue masih punya banyak harapan dan ide untuk memotivasi orang yang membaca cerita gue.".

Lewat cerita, blogger akan berkarya.


SEMOGA CERITA BLOGGER SEGERA BISA DI PRINT, DARI UANG HASIL MENANG LOMBA MENULIS, DIKIRIM, JADI BUKU, DAN ... BEST SELLER.

Aamiin :)

Sip, udah, itu aja. Blogger pamit.


Wassalam.



Sabtu, 16 September 2017

BLOGGER : BINGUNG MAU BUAT JUDULNYA APA -_-




Malam, buat kalian yang membaca cerita ini di malam hari. Buat yang bacanya di siang hari, selamat siang. Tapi blogger yakin pasti bacanya bukan di malam atau siang hari, pasti di komputer atau di handphone.

Sebelumnya blogger mau minta maaf karena udah jarang ngeblog, dan pergi gitu aja.

Sebenarnya ngeblog atau enggak ngeblog enggak ada yang peduli juga ya kan... wkwkwkwkwk :D

Jadi.. 

Seperti biasa, nama blogger, Edo. Lengkapnya blogger. ( Hapaan coba. Garing. -_- )

Blogger beberapa hari yang lalu pergi ke Siak. Karena salahsatu anggota keluarga kakek blogger yang meninggal. 

Singkat cerita, ini blogger enggak mau bahas anggota keluarga blogger yang meninggal. Ini blogger mau promosiin Siak, sebagai tempat wisata yang patut dikunjungi, apalagi kalau kalian lagi jalan2 ke Riau, kudu ke Siak, harus!!!



Kenapa?

Blogger udah sering ke Siak, naik motor juga naik mobil. 

Kadang sendirian, kadang juga berdua. Kalau naik mobil ramai2, dengan keluarga. Dan serius, Siak itu keren, kerennya bukan banget, tapi kerennya kebangetan. 



Ini blogger sewaktu berkunjung ke Istana Siak, sebenarnya diajak sama om dan tante, mereka udah lama enggak masuk ke Istana Siak juga soalnya. Blogger ikut2 aja. Blogger enggak foto2, malas. Itu juga kamera hape blogger jadul, banget.

MUNGKIN ADA YANG KETEMU SAMA BLOGGER DAN LIAT WAJAH BLOGGER? 
Soalnya ini blogger enggak pakai masker perginya. Biasa selalu pakai masker, karena enggak mau dikenali banyak orang. Apalagi kalau ketemu mantan, malas banget.

Terus...


Apa kalian pikir ini si Singapura? Korea? Maksud blogger bukan Korea Utara ya, Korea Selatan. 

BUKAN!!!

INI di Siak Sri Indrapura. 

Blogger kalau lagi bermalam di Siak, blogger bakalan pergi ke taman ini setiap malam. Kenapa? 
Disini itu keren, apalagi kalau malam. Cuma sayangnya blogger enggak foto2 pas malamnya, karena enggak sempat dan kudu balik ke Pekanbaru.

Jadi blogger kasih foto yang blogger dapat dari google aja ya..




Gimana? 

Udah mirip yang kayak di luar negeri itu belum?

Dan ini.. 



Blogger pernah foto di tempat ini. Yang fotonya selalu blogger tampilin.


Sering, banget!

Letaknya enggak jauh dari taman atau turap yang indah tadi. 

Masih banyak lagi tempat yang bisa dikunjungi kok, kalau kalian lagi jalan2 ke Siak.

Gimana?

Liburan enggak cuma ke Bali, Medan, Surabaya, Jakarta dan lain2nya. Ke Siak juga bisa.




***

Ya udah, sekian dari blogger. 

Oh iya, blogger mau minta doanya. Semoga cerita blogger yang ke-6 dan ke-7 bisa jadi buku. Soalnya udah jadi. Tinggal di print aja, cuma uang blogger lagi enggak ada, jadi blogger harus nunggu uang hasil menang lomba menulis kemarin.

Kalau jadi buku, blogger mau bagi2in gratis ntar, buat beberapa orang saja. Hehehe...

( Emangnya ceritanya bagus? Palingan garing. )

Wwkwkwk...

Sekian, salam blogger.



Blogger.