Hai, para pembaca setia blogku, Jelek-Jelek Penulis. Apa kabar? Sehat?
Bagaimana puasanya? Lancar? Agar nggak dibilang "Rasis", untuk yang non-muslim, apa kabar juga? Sehat? Bagaimana dengan hari2 kalian? Pastinya lancar dan nggak ada masalah. Kalau masalah hati, aku nggak bisa membantu.
Ngomong2, hari ini aku menulis cerita dengan judul bahasa Inggris. Kenapa ya? Padahal aku nggak jago bahasa Inggris.
Siapa orang bodoh yang nggak ingin memiliki seorang keluarga? Siapa juga orang bodoh yang nggak bisa bersosialisasi dengan orang lain? Bahkan dengan keluarganya pun juga nggak bisa.
Itulah aku.
Namaku Edo, tapi kalian bisa memanggilku Ridho Adha Arie. Kemarin ada yang manggil "Mimin", padahal namaku bukan "Mimin". Kalau Mimin, itu nama ibunya temanku ketika masih SMP. Cantik sih, tapi udah ibu2.
Oh iya, aku melihat di statistik blogku, ada pembaca yang dari luar negeri, luar Indonesia. Ada yang dari Filiphina, Malaysia, Thailand, Singapura, bahkan Amerika, Polandia dan ya pokoknya luar negeri. Andaikan ada yang dari luar angkasa, alhamdulillah lah ya :) Hehehe..
Aku sarankan untuk mereka yang dari luar negeri, kalau kata2 yang kutulis terlihat nggak enak dibaca, di google translate aja.
*SEKIAN UNTUK PEMBUKA.
Hari ini, hari sabtu. Kemarin hari jum'at, dan kemarinnya hari kamis. Aku nggak membahas hari kamis, tapi aku mau membahas hari setelah hari kamis, hari rabu.
Hari rabu, adalah hari setelah hari selasa. Kok nggak penting banget ya?
Jadi di hari rabu, itu adalah hari dimana aku terakhir kalinya merasakan buka puasa bersama keluargaku. Padahal aku baru merasakan rasanya berbuka puasa di tahun ini juga, yaitu pada awal ramadhan tahun ini. Tahun dulu pun juga jarang, tapi aku nggak begitu ingat dan ingin menceritakannya. Karena masa lalu adalah masa lalu, dan sekarang adalah NOW.
Aku adalah orang yang anti sosial. Bahkan dengan ayah, ibu dan adik2ku aja aku nggak begitu akrab dan dekat. Kenapa? Ya karena itu tadi, aku anti sosial. Aku nggak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Aneh bukan?
Dan belakangan ini, aku nggak lagi tinggal bersama ayah dan ibuku lagi. Aku merasakan ada yang salah dariku selama ini. Bukan karena sifatku yang anti sosial, tapi karena keberadaanku yang nggak bisa diterima oleh lingkungan sekitarku. Aku cukup peduli untuk orang2 yang ada di sekitarku, tapi kepedulianku nggak pernah disadari oleh orang2, bahkan dengan orangtuaku sendiri pun juga nggak.
Jadi, aku memutuskan untuk pergi dan mencari kehidupan yang baru. Walaupun pada akhirnya aku pasti akan balik, karena aku nggak bisa hidup mandiri lagi setelah negara api menyerang.
Semenjak hari rabu, hari dimana terakhir kalinya aku buka puasa bersama keluargaku, hari ini aku buka puasa bersama kakek, tante dan adik2ku (anak tanteku).
Aku merasa bersalah pada orangtuaku karena aku pergi.
Jujur, aku ingin kembali tapi aku takut keberadaan dan kepedulianku benar2 nggak bisa dirasakan oleh mereka. Aku takut, aku takut untuk kembali pada orangtuaku. Ingin aku menangis ketika aku merasa bersalah dan duduk sendirian di dalam kamar. ( Di rumah kakek, aku ada kamar )
Aku ingin membahagiakan mereka, aku ingin menunjukkan kalau aku itu ada.
Tapi untuk menunjukkan kalau aku itu ada, aku harus bisa membantu mereka untuk menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi. Hutang dan semua masalah yang udah dilakukan oleh adikku yang nomor 3. Untuk yang nomor 2, dia udah bisa mandiri. Yang nomor 4 dan 5, mereka masih sekolah dan masih lugu. Walaupun mereka udah tau dengan yang namanya "Pacaran".
Kini, aku berusaha untuk bercerita, bercerita dan bercerita. Hingga akhirnya aku mendapatkan uang untuk membantu ekonomi keluargaku. Namun, apa yang bisa dilakukan oleh orang yang nggak bisa bersosialisasi sepertiku?
Pertanyaan itu terus terngiang2 di kepalaku.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar