Sabtu, 15 April 2023

BLOGGER : INI APAAH?!!

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Salam sejahtera untuk saya dan kita semua. Semoga kita slalu diberikan kemudahan dalam segala urusan dan pekerjaan. Aamiin ya Rabb... 

Sebelumnya aku mau minta maaf (bukan uang) kepada kalian semua, khususnya pembaca cerita blogku. Meski pun sepi, tapi aku senang masih bisa menyalurkan hobiku di blog ini. 

Terimakasih untuk kalian yang masih mau dan tertarik membaca cerita blog aku ini. 

Sebenernya banyak hal yang aku alami akhir2 ini, tapi aku enggak bisa menuliskannya di blog karena suatu hal. Salahsatunya karena entah kenapa setiap menulis (mengetik), perutku selalu keram dan sakit. Bukan karena lapar atau asam lambung, tapi keram aja. 

Tangan juga mendadak lemes dan jari2 jadi kebas. Asam urat? 

Entahlah. 

Aku mau cerita tentang aku dan dua sahabat baruku, Ojak dan Mardi namanya. Dua sahabat lamaku masih kok, Imam dan Anul. Tapi emang kami lagi enggak ketemu karena Imam stay di Jakarta dan Anul di Semarang. 

Ojak adalah salahsatu sahabatku, yang awalnya ia adalah teman satu warnetku. Temanku membawa teman, nah, temannya itu si Ojak. 

Mardi adalah salahsatu sahabatku, yang awalnya ia adalah pelanggan angkringan teman SMP-ku. Kami main domino (dengan Ojak juga) dan beberapa permainan lainnya. 

Yang akhirnya satu per satu diantara kami sibuk dan menyisakan kami bertiga. Kami membuat grup akhirnya (sebenarnya aku yang buat dan mengundang mereka). Ada dua temanku yang juga aku undang, tapi hanya kami bertiga yang paling sering ngumpul. 

Kami punya ciri khas. Ya itu.... 

 Aku enggak tau arti postur tangan itu apa. Karena aku lihat alm. Pak Bondan pas makan sambil bilang "maknyuusss.." gitu. 

Itu bukan pertama kali sebenarnya. Tadi malam aku dan Ojak ke rumah Mardi dan disuguhin sate oleh Ibunya. Enak. Alhamdulillah...

Sebelumnya aku juga ke rumah Ojak, sendirian, karena Mardi kerja. Aku disuguhin mie rebus oleh Ibunya Ojak. Alhamdulillah... Enak. 

Oiya, menurut kalian, apa sih arti postur tanganku itu?

Aku sih mengartikannya, "Maknyusss..". 😁


Rabu, 22 Maret 2023

BLOGGER : RAMADHAN TIBA!

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Sebelumnya aku mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, karena mungkin aku banyak salah ucap dan tulis di blog ini, yang mungkin menyinggung perasaan kalian, para pembaca cerita blogku. Baik pembaca lama atau pun pembaca yang baru. 

Kembali kita menyambut bulan suci Ramadhan, yang tidak semua orang bisa menjalani dan bertemu dengannya (bulan suci Ramadhan). Karena yang namanya manusia pasti akan pergi meninggalkan dunia ini.

Fotonya kucing aja ya. Hihi... 
Bisa kek gitu mereka. 

Di cerita kali ini, aku sebagai penulis blog Jelek-Jelek Penulis sebenarnya merasa kesepian dan minder. Karena aku banyak bertemu dengan rekan2 dan teman2 lama, yang memiliki karir yang sukses dan maju. Sebenarnya enggak minder dan kesepian banget, cuma kepikiran. 

Memang setiap manusia memiliki jalan hidup dan kisahnya masing2 di dunia ini. Aku pribadi menerima. Ikhlas? Ya, sangat ikhlas. 

Banyak diantara teman2ku sudah selesai kuliah dan bekerja. Aku juga bekerja, tapi tidak tetap. Namun aku bersyukur. 

Terawih hari pertama di Masjid Baiturrahman, Pekanbaru, Riau.

Ini adalah Ramadhan yang ke-5 dimana aku tidak bisa berkumpul dengan dua sahabatku, Imam dan Anul. Ya, kami sudah memiliki kehidupan masing-masing. Meski aku dan Anul sekarang tetanggaan ( rumahnya di depan rumah orangtuanya Anul yang tanteku sewa ). 

Ini juga Ramdhan keduaku, dimana aku tidak memiliki pekerjaan tetap. Kemungkinan aku tidak mendapatkan THR dri tempat kerja. 

Tidak masalah. Yang penting aku udah bisa makan dan sholat aja, Alhamdulillah sekarang. 

Enggak terasa aja udah Ramadhan lagi. Padahal baru kemarin rasanya lebaran dan Idul Adha. Enggak terasa juga 29 hari lagi idul Fitri. 

Semoga di bulan Ramadhan yang sekarang, kita bisa menjalaninya dengan baik dan khidmat, sehingga kita kembali suci, seperti bayi yang baru lahir ke dunia. 

Aamiin ya Rabb... 



Rabu, 15 Maret 2023

BLOGGER : BERBAGI SAJADAH

 Assalamualaikum Wr. Wb 


Selamat malam dan salam sejahtera untuk saya dan kita semua. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam menjalani segala urusan dan pekerjaan kita. Aamiin ya Rabb... 

Kali aku mau membahas sesuatu bahasan yang cukup serius. Malah bisa dikatakan sangat serius. 

Semuanya berawal dari ketika aku masih bocah dan pergi sholat Ied Adha dengan kakek. Waktu itu aku sangat ingat aku memakai stelan Koko/muslim kurta berwarna putih. Tak lupa peci berwarna putih, serasi dengan Koko/muslim yang aku pakai. 

Dari rumah aku membawa koran dan kakekku sajadah besar, yang biasa dipakai di rumah. Sehari-hari (ketika masih kecil) aku sering sholat ke Mesjid, pastinya Maghrib dan Ashar. Kalau yang lainnya sesekali. Karena memang (jujur) aku susah untuk bangun pagi, dulu. Beda dengan sekarang. Apalagi setelah masuk SMK. 

Alas koran aku bentang, lalu kakek membentang horizontal sajadah. Aku yang banyak tanya langsung bertanya (bukan langsung wisuda), "Emang boleh ya, Mbah (aku panggil kakekku dengan sebutan 'mbah')?". 

Sejak saat itu, aku selalu membentang horizontal sajadah, semisal orang di sebelahku tidak membawa sajadah. 

Jdi, temanku hari itu bertanya, "Emang boleh ya, Do?".

Aku sendiri enggak tau boleh atau enggak. Karena yang aku tau aku berbagi aja udah. Karena memang pas sujud, dahi (jidat) harus menempel dan tidak boleh ada sehelai rambut pun yang menghalangi. Aku pun juga bukan orang yang banyak ilmu agamanya, tapi cuma tau doang. 

Waktu itu aku jawab ke temanku, "Kalau kau ada di posisi orang itu dan kau merasa tertolong gimana?". 

Aku spontan aja jawabnya. Karena emang aku nggak tau mau jawab apa. Cetek banget ilmuku. 😭

Menurut kalian gimana? 

Buat yang non-muslim (yang baca ceritaku ini) aku monmaap, karena cerita dan bahasan kali ini agak lari ke agama. 😭 




Jumat, 10 Maret 2023

BLOGGER : KAPAN NIKAH?

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Selamat sore. Salam sejahtera untuk saya dan kita semua. Pertama-tama, saya mau mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat berupa Rizky dan kesehatan, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk bernafas dan menjalani aktivitas, juga rutinitas kita sehari-hari. 

Lalu saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua saya, yang telah mendoakan dan memberikan yang terbaik untuk saya, sehingga blog Jelek-Jelek Penulis masih ada hingga sekarang. Alhamdulillah... 

Setelahnya, saya ingin mengucapkan terimakasih lagi, kepada pembaca cerita blog saya, yang tidak bosan-bosannya saya mengatakan kalau cerita blog saya ini sangat tidak jelas dan tidak berfaedah. Bukannya merendah, tapi emang. 

Terakhir, buat teman2 saya, Ikhsan, Mardi, dua orang yang mengatakan kalau cerita blog saya bagus, dan Kenda, salahsatu sanak sodara saya (cucu adik kakek saya), yang pernah terinspirasi ingin menulis ( saya masih ingat ). 

Tanpa berlama-lama lagi ( keburu imsak ), saya mulai aja ceritanya.

* 

Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, yaitu bulan Ramadhan. Meski aku sudah tidak bekerja lagi dan kemungkinan tidak mendapatkan THR, tapi tak apa, yang penting bisa melaksanakan ibadah puasa satu bulan lamanya ( semoga tahun ini bisa full ). 

Di umur yang sudah tidak muda lagi, sepertinya saya akan sering mendapatkan pertanyaan, "Kapan nikah?" dari tamu2, tetangga dan sanak sodara lainnya. Apalagi adikku yang nomor 2 sudah menikah dan punya anak.  

Jujur, aku agak gak PD. Boro2 pacar, kenalan aja enggak punya. Mantan? 

Aku enggak tau gimana menyebutnya. Aku bingung. Ekonomiku saja belum mencukupi, uangku masih kurang, keluargaku belum bisa aku hidupi, tapi aku malah ingin menikah dan menghidupi anak manusia ( seorang perempuan ) dan akan berumahtangga dengannya. 

Pribadi, aku enggak mau pacaran. Aku maunya langsung nikah. Pelan2, aku berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. 

Mungkin cerita di blog kali ini terkesan semakin biasa saja dan tidak menarik, tapi percayalah, seorang blogger (saya), selalu punya ide untuk menulis, meski tidak bagus dan menarik seperti penulis2 lain yang ada di luar sana.

By the way, aku baru aja kehilangan akun wattpad-ku, yang isinya ada cerita yang berjudul "Kapan Nikah?" Season 1 dan "Kapan Nikah?" Season 2. Sebenarnya bukan hilang, tapi aku lupa password. 

Agak gimana gitu. Aku jadi kepikiran. Karena aku pernah mendengar salahsatu motivasi yang sangat bagus, "Selesaikanlah sesuatu yang telah kamu mulai.". 

Iya juga ya. 

Aku sudah banyak melewati rintangan dan cobaan, juga ujian selama menulis di blog ini. Aku juga ikut lomba menulis, dan menang tiga kali berturut-turut, juga.... ah, itu kan masa lalu. Aku juga sudah lupa. 

Kayaknya aku lanjut ngedit cerita lamaku, yang berjudul "Hantu Baik, Hantu Cantik.", yang sempat terhenti selama 1 tahun, karena aku harus bekerja untuk mencari uang buat nge-print dan mengirim naskahnya (jika sudah dicetak) ke Jakarta. 

Hummm...

Jadi, kalau kalian ditanya "Kapan Nikah?", apa yang akan kalian jawab? 

Kalau aku, "Insya Allah.". 🙂


Senin, 06 Maret 2023

BLOGGER : ADA HANTU DI RUMAHKU

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Selamat malam dan salam sejahtera untuk saya dan kita semua. Semoga yang membaca cerita saya selalu diberikan kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan dan masalahnya. Aamiin ya Rabb... 

Buat yang masih jomblo (seperti saya), semoga segera dipertemukan jodohnya dan yang belum dipertemukan, ditambah jodohnya. ( Yang cowok aamiin nya keras banget. )

Shalawat berserta salam, tidak lupa kita ucapkan "Allahumma shalli a'la Muhammad wa a'l Ali Muhammad". 

Aku mau cerita nih. Kali ini horor dan ini TRUE STORY. Catet ya, TRUE STORY. 

Kejadian ini aku alami ketika masih SMP kelas 1, ketika aku kembali tinggal dengan orangtuaku, setelah sejak kecil lebih lama tinggal dan diasuh oleh kakek dan nenek. 

Hari itu hari Senin. Aku sangat ingat, karena aku memakai seragam putih-biru dan dasi biru. Aku bersekolah di SMP Negeri 3 Pekanbaru dan rumah orangtua (kami mengontrak) di Panam, Simpang Ardat, arah ke Rajawali Sakti atau Sekolah Taruna. 

Aku pulang sekolah naik angkot. Turun di SKA, lalu naik lagi angkot ke Simpang dan naik ojek menuju Simpang Ardat. Yang kalau ke kanan ke Srikandi dan ke kiri ke Delima. 

Sesampai di rumah, Ibu membukakan pintu ruko. Lalu aku mandi, di kamar mandi. Pastinya. Bodohnya aku, aku cuma membawa pakaian ganti, seperti celana pendek, daleman alias sempak atau yang sering disebut k*l*r dan kaos oblong. Waktu itu jam 5 lewat. 

Ayahku seperti biasa menjemput kedua adikku di rumah kakek, karena SD mereka di jalan Durian. Yang juga SD aku juga dulu. 

Ibuku sudah 5 hari enggak buka warung nasi, atau kami menyebutnya Ampera. Karena sakit. Ruko tempat kami tinggal berlantai 2. Kamar mandi ada di bawah tangga. 

Sebenarnya aku anaknya penakut. Banget malah. Mungkin buat anak 90-an tau sinetron 'Disini Ada Setan' orangtuanya Rafathar alias Aa dan Rayanzha alias Cipung, yang soundtrak-nya lagu Utopia 'Antara Ada dan Tiada'. Ketika masih SD aku samsek enggak berani nonton sinetron itu. 

Oke, lanjut!

Aku mandi, dan lupa bawa handuk. Di depan WC di sebelah kiri, ada mesin cuci. Mungkin aku bisa saja lari keluar WC dalam keadaan basah2 dan mengambil handuk yang ada di belakang, dekat toilet belakang yang dipakai untuk mencuci dan menjemur pakaian dan mencuci peralatan masak dan makan. 

Namun, karena ada Ibu, aku panggil Ibu dengan mengeluarkan kepala sedikit. Ibu datang membawa handuk dan aku mengambilnya. 

Menjelang Maghrib, aku mau sholat dan tiba2...

Pintu ruko ada yang mengetuk. Aku mendengar suara air hujan deras turun di luar. Kukira ayahku pulang bersama dua adikku. Ternyata bukan. Ibuku. 

Seingatku, Ibuku tadi di belakang, setelah aku mengambil wudhu. Aku enggak sholat di Masjid, karena hujan. Payung tidak ada kami. 

"Loh, dah pulang? Mana ayah?" tanya Ibu, sambil aku salim padanya. 

Aku diem doang. Sambil ngango (planga-plongo). Ibu menepukku. 

Singkat cerita, Ibu bilang, "Mamak aja baru pulang.". 

Cerita ini aku rahasiakan pada keluargaku, sampai kami pindah ke rumah baru. Mereka tak percaya dan mengira aku berbohong. 

Intinya, sejak saat itu aku menjadi berani dan tidak takut akan hantu. Aku yang dulu tidur harus menyalakan lampu, sekarang bisa mematikan lampu. Bukannya takabur, tapi memang aku menjadi pribadi yang berani. 

Tapi aku tetap bisa bergidik ngeri. Tapi aku berusaha berani. 

Itu salahsatu cerita hantu di rumahku dulu. Kalau kalian bagaimana? Punya atau tidak?

Oiya, lantai dua ruko rumah kami lama itu, enggak dipakai. Kosong. Barang2 di bawah semua. Selain karena belum dicat, juga karena mesin airnya cuma satu dan ayahku belum beli pipa. 

BLOGGER : PENGALAMAN PERTAMA KALI NONTON BIOSKOP

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Selamat sore dan salam sejahtera untuk saya, juga kita semua. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur, kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, sehingga kita bisa hadir di blog yang biasa2 aja ini. 

Kedua, saya berterimakasih kepada pembaca ( yang cuma bisa dihitung hitungan jari ini ), karena masih mau membaca cerita saya yang tidak jelas, seperti hidup saya. 

Ketika, kita mulai bercerita.

Kali ini, aku aku atau saya, eh, gue, mau menceritakan pengalaman pertama kali nonton bioskop. 

Pertama kali aku (bagusan aku aja) nonton bioskop ketika masih SD. Lupa kelas berapa, tapi pastinya aku masih bocah waktu itu. Belum disunat dan masih pakai dompet yang ada rantainya di hari lebaran. Filmnya waktu itu, Get Married. 

Aku nonton dengan tante (adik ibuku), 2 orang dan adikku 2 orang lagi. Kesannya, menarik. Tapi karena kami duduk di pinggir, aku sering merasa bising.

Aku juga enggak mengenal siapa pemainnya waktu itu. Sampai akhirnya, aku kenal, ketika SMP dan ngeh siapa mereka. 

Lupa hari apa, tapi waktu itu penuh. Anehnya, aku enggak ada kebelet buang air sama sekali. Padahal aku makan popcorn dan minum minuman berdosa, Coca-Cola. 

 Pengalaman kedua nntn bioskop, pas SMP kelas 3. Kami nonton film Doomsday. Masih di tempat yang sama, tapi dengan orang yang berbeda. Aku dan kedua adikku, pergi dengan teman2 kami. Naik oplet (angkot). Itu kami menontonnya di hari lebaran ke-4. Dengan memakai uang hasil keliling2 dari rumah ke rumah. 

Kalau kalian, gimana? 


Sabtu, 25 Februari 2023

JELEK-JELEK PENULIS : SUDAH KERING

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Kembali berjumpa lagi, dengan aku yang bukan siapa2, yang suka makan bakso pakde di emperan Mall SKA, Pekanbaru. 

Meski belum lebaran, bahkan Ramadhan juga belum masuk, aku mau minta maaf (bukan uang) sama kalian, karena aku suka malas2an menulis di blog yang sudah bisa dikatakan balita ini. 

Tidak terasa Jelek-Jelek Penulis sudah mau masuk tahun ke-.... ke berapa ya? Lupa. Intinya udah lebih 5 tahun dan sudah bisa didaftarkan ke Taman Kanak-Kanak terjauh. 

Sebenarnya bukan malas, tapi emang suka hilang mood aku buat nulis. Jadi kali ini aku mau bahas tentang "Sudah Kering". 

Maksudnya, ...


Jadi gini, tadi siang aku baru saja pergi ke event jejepangan yang diadakan di salahsatu hotel di kota tempat tinggalku sejak kecil hingga sekarang. 

Berawal dari ketika aku memutuskan risen (resign) dari pekerjaanku sebelumnya, yaitu pramusaji dan barista, lalu aku pergi menemui sahabatku di tempat kerjanya. Kebetulan dia duluan yang ngabarin, katanya lagi kosong juga. 

Terus ditawari, "Tanggal 25 ( Februari ) mau ikut kami enggak? Ada event wibu.". "Bayar berapa?" tanyaku. 

Singkat cerita, sahabatku ini bilang, dibayarin nanti. Aku diem awalnya. Lalu aku iyain. Kukira bercanda, ternyata beneran. Yang bayarin adiknya.

Di event jejepangan tersebut, aku sempat berpikir, aku sudah kering, kok nyebur lagi? 

Karena emang aku udah jarang nonton anime dan baca manga. Terakhir nonton anime itu yang Slime yang Overpower. Kalau baca manga, Kimi To Boku. Pergi ke event jejepangan terakhir kali tahun 2014 akhir. Itu juga baru yang ketiga. 

Dan di tahun 2023, setelah 8 tahun, aku kembali ke event jejepangan. Aku kebingungan mau beli apa. Karena waifu pertamaku adalah Sango, dari anime Inuyasha. Souvenir Sango sudah pasti jarang ada, seperti gantungan kunci, poster, figure, apalagi yang cosplay Sango. 

Aku kembali berpikir, yang agak majuan dikit deh. Anime K-On. Alhamdulillah, ada. Tapi tiba2, kepikiran lagi, "Makise Kurisu". Dan benar, ngebet banget aku dengan Makise Kurisu. 

Selama 5 jam di sana ( event jejepangan itu ), aku cuma beli gantungan kunci dari anime Kiniro Mosaic, Kujo Karen. 

Yang K-On ada, tapi kecil. Aku juga bingung, mau beli yang Yui atau Ritsu. Karena dua2nya aku suka. Mau beli dua2nya, uangku kurang buat beli cimol ( serius ). Ya sudah, pilihan jatuh pada Kujo Karen. 

Di sepanjang perjalanan pulang, aku kepikiran buat nyelam/nyebur lagi, tapi jangan dalam2 banget kek dulu. Dulu nyeburnya dalam banget, sampe jadi Hikikomori selama 1,5 tahun, setelah lulus sekolah.

2015 awal

Intinya mah, nyebur lagi ini pasti. Soal masalah udah kering, ntar naik lagi. Apalagi teman2ku udah mulai berkurang, karena sudah banyak yang menikah. Sementara aku belum menikah dan pacar belum punya juga. 

Sudah pasti karena aku jelek. 😅

Tp enggak apalah. Namanya juga usaha. 


Kamis, 02 Februari 2023

BLOGGER ANIME : Karakter Anime Paling Cerdas dan Pintar versi Jelek-Jelek Penulis

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Setelah lama tidak nonton dan bahas anime, akhirnya aku kembali makan bubur ayam lagi. Anime terakhir yang aku tonton adalah. Kimi to Boku, adalah anime yang bertemakan tentang persahabatan 5 anak sekolahan, yang memiliki kisah hidupnya masing-masing. Dimulai dari percintaan, hobi, cita2 dan keinginan mereka. 

Sebenarnya bukan baru nonton animenya, tapi rewatch. Karena aku memang sudah nonton animenya sejak tahun 2015. Manganya juga sudah selesai dan aku cukup puas dengan ending-nya. Walaupun tidak disangka-sangka. 

Karakter tercerdas di Kimi to Boku ada, yaitu Tsukahara Kaname, adalah pemuda 17 tahun yang memakai kacamata dan memiliki kesabaran yang hanya setipis tisu. Setelahnya ada Asaba Yuuta, kakak dari Asaba Yuuki. 

Aku akan membahas anime Kimi to Boku nanti dan akan membahas karakter anime tercerdas dan terpintar versi Jelek-Jelek Penulis, yaitu aku sendiri. Ini hanya anime yang pernah aku tonton saja. Mungkin ada karakter lain yang lebih cerdas atau pintar menurut pembaca sekalian. 

1. Bossun ( Fujisaki Yusuke ), Sket Dance.

Fujisaki Yusuke atau sering dipanggil Bossun oleh dua sahabatnya, Himeko dan Switch, punya kembaran yang bernama Sasuke (Bukan yang Sasuke yang punya Rinnegan loh ya.).

Bossun dan kembarannya, memang terlahir pintar. Terbukti, di akhir manga Sasuke yang besar di keluarga dokter, melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran, seperti orangtua angkatnya. Sementara Bossun, ia memutuskan untuk membantu orang2 dan melanjutkan kuliah di luar kota ( meninggalkan teman2, kembaran dan 2 sahabatnya ). 

Buat kalian yang heran kenapa Sasuke punya orangtua angkat, jadi mereka itu kembar tapi hidup terpisah. Karena kedua orangtua kandung mereka meninggal. Ayahnya meninggal karena kecelakaan di hari kelahiran mereka dan ibu mereka meninggal setelah melahirkan mereka. Merekadirawat oleh orangtua angkat yang berbeda. 

( Kurasa sampai segitu aja. Ntar malah spoiler. 😅 )

Bossun kukatakan pintar, karena ia bisa membentuk origami sesuai dengan imajinasinya. Ditambah ia bisa membantu dan menyelesaikan masalah sahabat, teman2 dan orang2 yang ada disekitarnya.

2. Uchiha Itachi, Naruto dan Naruto Shippuden.

Awalnya dikira pengkhianat dan membunuh seluruh anggota klannya ( termasuk ayah dan ibunya ), tapi ternyata selama ini penonton anime Naruto dibuat menyesal karena salahpaham dengan Itachi, kakak dari Uchiha Saskeeehh!

Hiruzen pernah bilang, kalau kepintaran Itachi setara dengan kepintaran seorang Hokage. 

Fix sih, Itachi memang pintar dan rela berkorban banget. 😭

3. Namikaze Minato, Naruto dan Naruto Shippuden. 

Masih di anime Naruto. Seperti yang sudah kita semua tau, Minato adalah bapak dari Naruto, si karakter utama di Anime Naruto. Satu2nya karakter di anime Naruto yang bisa mengembangkan Hiraishin no Jutsu, jurus peninggalan Hokage kedua ( yang anti Uchiha ). 

Ketika Kushina yang masih bocah diculik untuk diambil Kyubi yang ada di dalam tubuhnya, hanya Minato yang mengetahui dimana keberadaan Kushina dan menolongnya. 

4. Hiruma, Eyeshield 21. 

Hiruma ini pintar banget. Ia bisa mengatur strategi dan memimpin timnya agar bisa meraih angka dan menjadi pemenang. Meski dalam kesempatan ia dan timnya harus menerima kekalahan, yang tak bisa dihindari lagi. 

5. Nara Shikamaru, Naruto dan Naruto Shippuden.

Kang Udud dan suami takut istri ini memang pintar banget. Dalam mengatur strategi dalam mengalahkan lawan-lawannya. Termasuk Hidan, orang yang sudah membunuh gurunya, Asuma. Kang Udud juga. 

Kepintarannya diturunkan dari sang Ayah. Kalau suami takut istri, sepertinya hanya dia yang begitu di antara teman-temannya. Selain Shino dan Kiba ( Yang masih menjomblo, sama kayak saya. 😭 )

6. Katsuragi Keima, TWGOK. 

Si paling gamer dan jago dalam menyelesaikan game2 yang pernah ia mainkan. Sudah begitu hoki pula. Banyak cewek yang suka sama dia. Dimulai dari atlit, cewek kutu buku, artis, anak band, anak holkay, dll. 

Btw, ibunya Keima cakep. Sudah begitu, mantan anggota geng motor pula. Beuuhh...

*

Itu tadi karakter anime tercerdas dan terpintar menurutku. Kalau versi kalian sendiri, siapa karakter anime yang paling cerdas dan pintar?

Sebenarnya masih ada 3 lagi, tapi mungkin akan aku bahas nanti. Sudah begitu sore, dan matahari akan tenggelam. 

Sampai jumpa di story selanjutnya. Baybay..

Wassalam...



Senin, 30 Januari 2023

BLOGGER : Ada Apa Dengan Angka 13?

 Assalamualaikum Wr. Wb 

Kembali kita berjumpa lagi di blog yang biasa2 aja ini. Yang akan membahas hal-hal yang tidak begitu penting  dan bermanfaat untuk hidup dan keseharian kita sebulan-bulan. 

Kali ini aku mau membahas tentang angka 13. Angka yang dianggap orang banyak adalah angka sial. Benarkah angka sial?

-

Di Jepang, angka yang berbahaya adalah angka 4. Kenapa? 

Yang aku tau karena dalam bahasa Jepang angka 4 artinya 'mati'. Karena itu tidak ada di dalam lift ( di kantor yang ada di Jepang ), katanya angka 4 diganti menjadi 3B, kalau angka 3 jadi 3A. 

( Dengar2 dan baca2 di artikel sih gitu. Karena belum pernah ke Jepang aku. Ntar aja deh. Mau ke Jakarta dulu. Lihat Monas. )

Terus, angka 13 bagaimana?

Di dalam dunia sepakbola, angka atau nomor 13 sering dipakai oleh kiper. Identiknya dengan kiper. Tapi ada beberapa pemain yang bukan kiper yang memakainya. 

Alisson Becker ( ketika baru ditransfer dari AS Roma ke Liverpool ), Cilessen ( ketika masih menjadi kiper pilihan kedua di Barcelona ), Claudio Bravo ( di Barcelona dan Manchester City ), dan yang lainnya. Adalah beberapa dari kiper yang memakai nomor punggung 13. 


Tapi ada pemain selain kiper yang memakai nomor punggung 13. Siapa saja mereka? Yang jelas bukan pak RT atau pak RW di tempat tinggal saya. 

1. Park Ji-Sung


Meski bermain di klub Rival, aku tetap respect dan memfavoritkan pemain asal Korea Selatan ini. Karena banyak pemain favoritku, yang malah bermain di klub rival atau klub yang bukan aku favoritkan. 

Kalau sudah kusebut klub Rival, berarti kalian sudah tau dong aku memfavoritkan klub apa. 

Yups, benar. Aku memfavoritkan Liverpool. 

Park Ji-Sung awalnya memakai nomor 32, setelah ditransfer ke Old Trafford. Lalu menjadi nomor 13, setelahnya. ( Kalau tidak salah ya. Kalau salah aku minta maaf, bukan uang. Karena aku laki2. Laki2 kan memang selalu salah. )

Park Ji-Sung membuktikan kalau nomor 13, bukan angka sial. Malah karirnya bersinar bersama klub berjuluk Setan Merah.  

2. Thomas Muller


Pemain yang sampai saat ini masih membela Bayern Munchen, memakai nomor punggung 13 di Timnas Jerman. Di klub, ia memakai nomor 25. Bermain di posisi gelandang serang, baik di Timnas dan Klub yang ia bela. 

By the way, ini pemain favorit aku juga. Tapi sayang, sepertinya Muller tidak akan pernah meninggalkan klub yang berjuluk The Hollywood tersebut, sebab loyalitasnya untuk klub sama besarnya seperti fans Liverpool. ( 😎 )

3. Michael Ballack


Ballack pernah bermain untuk Bayern Leverkusen, Chelsea dan Bayern Munchen. Berposisi sebagai gelandang tengah dan bisa bermain lebih ke depan menjadi gelandang serang. 

Setelah ia pensiun dan tidak bermain sebagai pesepakbola, nomor 13 miliknya dipakai oleh Thomas Muller, yang sama2 berposisi sebagai gelandang serang.  

4. Nesta 


Meski AC Milan pernah 2 kali menjadi lawan Liverpool dalam memperebutkan gelar Liga Champions ( 2005 dan 2007 ), Nesta tetap menjadi pemain favorit karena permainannya yang solid dan bisa bermain di berbagai posisi sebagai pemain bertahan. 

Nesta bisa bermain di bek tengah dan bek kanan ( kalau tidak salah ). Setelahnya Nesta berlabuh ke MLS dan bermain untuk salahsatu klub disana ( lupa apa nama klubnya ). 

5. Davide Astori


Tidak banyak yang aku tahu tentang pemain ini. Namun kepergiannya yang secara mendadak, membuat banyak fans sedih. Fiorentina dan Cagliari memesiunkan nomor punggung 13, yang pernah dipakai Astori, ketika masih aktif bermain sebagai pesepakbola. 

-

Angka atau nomor 13 tidak sial kok. Cuma memang kebetulan saja di kejadian2 yang tidak kita atau orang banyak inginkan, berhubungan dengan angka 13. 

Itu saja dari aku. 
Salam, olahraga. 😉 *Ting Ting


Minggu, 22 Januari 2023

BLOGGER : Kenapa Namanya "Bakso Kosong"?


 Assalamualaikum Wr. Wb

Salam sejahtera untuk saya, dan kita semua. Untuk para wibu, gamers dan bocil2 yang jago main lato2. Tapi jangan dibawa ke mesjid juga ya lato2nya. 

Semoga kita semua slalu dalam lindungan Allah SWT. Dipermudah segala urusan dan pekerjaan, serta diringankan masalahnya. Bukan cicilan motornya. ( Tau aja tanggal tengah nih aku. )

Pertama-tama, kedua dan ketiga, juga seterusnya, kita sama2 mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rezeki-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa menikmati internet untuk membaca cerita di blog yang biasa2 aja ini, yang tidak memilik effort untuk kehidupan kalian. 

Kali ini aku mau membahas tentang "Bakso Kosong". 

Aku suka makan bakso. Khususnya bakso sapi. Kalau ayam, suka juga, tapi enggak begitu. Dulu aku suka makan bakso pakai nasi. Sebenarnya sampai sekarang juga. Cuma sudah jarang, karena nasi di rumah tanteku sering habis. Karena tanteku masaknya sedikit. Takut enggak habis dan mubazir, sebab anak2nya makannya sedikit dan agak pemilih. 

Sebenarnya siapa sih pencetus nama "Bakso Kosong" ini? 

Dulu aku menyebutnya "Bakso Bening". Ketika masih bekerja sebagai pramusaji/pelayan, banyak yang mengatakan "Bakso Bening", bukan "Bakso Kosong". Ada juga yang mengatakan "Bakso Tok". 

Biasanya anak2 nih yang makan. Karena orangtua mereka takut enggak habis, alias mubazir. Tapi ada beberapa pelanggan/pembeli yang sudah dewasa memesan "Bakso Kosong" untuk diri mereka. 

Alasannya?

"Ya terserah Mereka dong."

Mereka sudah makan di rumah, dan beberapa ada yang beralasan, diet. 

"Bakso Kosong" identik dengan Bocil dan makannya pakai garpu. Aku suka juga bakso. Apalagi kalau dibeliin. Biasanya aku kalau makan bakso di emperan Mall SKA, baksonya pakde, bakso pantai kata orang. Tapi aku enggak memesan "Bakso Kosong", melainkan bakso biasa, cuma bedanya mie kuning aja, tidak pakai mie putih. 

Pakai kerupuk cabe dua bungkus. 

Selain enak dan mengenyangkan, murah meriah pula. Murah tapi enggak murahan. Sesekali aku bungkus bawa pulang, untuk dimakan di rumah lagi. Biasanya aku beli bakso pakde setelah pulang kerja. 

Sekarang kan sudah enggak kerja. Gimana?

Beli juga. Karena aku sudah langganan sejak 2018, ketika masih bekerja di Cafe dan berjualan minuman Boba. Cuma bedanya dulu aku pergi makan bakso dengan cewek, bukan pacar, tapi kenalan. Enggak seagama, tapi serasa. Enggak jadian juga. 

*

Kalau kalian nyebutnya apa? "Bakso Kosong" atau "Bakso Bening"? 
Kalau aku "Bakso Tok". 🙂☺️


BLOGGER : Rencana Tuhan Jauh Lebih Baik Dari Rencana Hamba-Nya

 


Assalamualaikum Wr. Wb 

Salam sejahtera untuk saya, dan untuk kita semua. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ya Rabb...

Pertama-tama, mari kita panjatkan syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, juga nikmat rezeki pada kita semua, sehingga kita bisa hadir kembali di blog yang biasa2 aja ini, yaitu Jelek-Jelek Penulis.

Untuk yang kedua, ketiga, keempat dan kamu yang aku sayang (eaaa..), kita skip aja. Karena sejatinya aku tidak ingin membahas sesuatu yang penting2 banget, tapi kurasa aku ingin membahasnya. Demi kelanjutan dan masa depan blog yang biasa2 aja ini.

Rencana adalah sesuatu yang akan kita kerjakan. Rencana bisa dikatakan adalah sebuah wacana. 

Banyak orang yang salah mengartikan, kalau rencana, target dan tujuan itu sama. Padahal menurutku beda.

"Loh, bedanya dimana, bang?"

Begini ( ini menurutku loh ya ), rencana lebih ke sesuatu yang akan kita kerjakan. Target, adalah sesuatu yang ingin kita capai. Sedangkan tujuan, seperti sesuatu tempat yang ingin kita kunjungi atau hal yang akan kita kerjakan, tapi ada tempatnya. 

Disini rencana dan tujuan itu hampir sama, tapi bedanya, rencana tidak memiliki tempat yang pasti yang akan dikunjungi, sedangkan tujuan, sudah pasti dan sudah ditetapkan. 

Masih bingung?

Enggak apa. Kita skip aja. 

Ketika di bulan Ramadhan, kita sering mendengar kalimat, "Rencana hanyalah wacana.". Apalagi kalau soal reuni. Kurasa kita semua sudah pernah mendengarnya dan merasakannya. 

Ada yang menyebut, "Aku ikut aja.", "Atur aja waktunya.", atau "Gas aja aku mah.", tapi di hari H, malah "Eh, aku enggak bisa. Mendadak ada acara dengan kantor.". Atau yang lebih bisa diterima dengan keluarga. 

Atau malah reuni sambil bukber tidak terjadi. Itulah yang disebut "Rencana hanyalah wacana.".

( Aku adalah orang yang enggak pernah ikut reuni pas bukber. Jangan ditanya kenapa. Intinya aku ambivert parah. Agak introvert sih. )

Rencana Tuhan jauh lebih baik dari rencana hamba2-Nya. 

Misal aja nih.

Si Budi lagi off kerja. Terus pagi harinya ia berencana mau makan buryam, bubur ayam. ( Bukan bubur bayam loh ya. )

Lalu cewek yang sudah 5 tahun ia kenal, tapi enggak pernah dipacari ngajak sarapan lontong Medan. Karena si Budi bucin, jadinya makan lontong Medan.

Si Budi pergi menjemput cewek yang sudah dikenalnya tersebut. Sebut saya Intan. (Jika ada kesamaan nama, aku mohon mangap. Eh, maaf.)

Ketika sudah di depan warung lontong Medan, ternyata tutup. Tapi disebelahnya ada warung mie ayam. 

Intan : "Ya udah, mie ayam aja gimana?"

Karena si Budi bucin, Budi mengiyakan saja. Budi menjawab, "Boleehhh.." dengan nada ala-ala Bagas Twomann. ( Ini yang sering nonton video salam pahah pasti tau. )

Rencana Budi tidak terlaksana bukan? 

Apakah itu karena Intan? 

Yup, karena Intan, karena Intan adalah perantara dari Tuhan ke Budi. Biar Budi enggak jadi makan buryam. Bubur ayam. 

Siang harinya, Budi ingin makan batagor. Lalu rekan kerjanya, Tio, tiba2 mengajak makan di Warung Steak. Karena kebetulan nenek pacarnya Tio lagi ulang tahun. Budi berpikir, "Lumayan nih. Menghemat pengeluaran."

Itu artinya apa?

Nenek pacarnya Tio baik?

Atau Tio yang baik?

Yup. Secara enggak langsung mereka adalah orang baik dan Tuhan menjadikan mereka perantara untuk Budi. Lumayan kan, makan Blackpaper. ( Kok jadi lapar ya aku? )

Malam harinya, Budi lapar lagi. Sudah di rumah dan habis main FIFA ( Enggak ada ML atau FF loh ya. ), Budi membuka kulkas. Ada telur. Di rak ada Indomie rasa rendang sebungkus. 

Budi berkata, "Indomie aja dah. Pakai telor orak-arik.". Tapi ketika baru ambil kuali, perutnya mules, pengen berak. Si Budi dan perutnya. Budi berak dulu. 

Ketika sudah selesai berak dan keluar dari kamar mandi, Budi melihat hapenya yang diletak di dekat rak Indomie rasa rendang. "Intan nelfon? Ngapain?" tanya Budi. 

Setelah ditelfon, ternyata Intan mau mampir ke tempat Budi. Katanya, teman neneknya ulang tahun dan membawakan makanan pada mereka. Tapi karena enggak habis, jadinya Intan ingin memberi Budi. 

Budi berpikir, "Lumayan. Steak pakai Indomie rendang.". 

Rencana Tuhan jauh lebih baik dari rencana hamba-Nya bukan? 

*

Itulah cerita untuk pagi dan hari ini. Semoga menginspirasi kita semua, dalam menjalani aktivitas dan rutinitas kita sehari-hari. Semoga kita semua juga slalu dalam lindungan Allah SWT, dipermudah segala urusan dan pekerjaannya. 

Btw, ini cerita untuk kita semua, baik yang muslim ataupun non-muslim. Meski Tuhan kita beda, tapi kita tetap satu juga. 

Terimakasih karena sudah mampir. Salam olahraga. Eh, salam penulis. 🙂☺️






Minggu, 16 Oktober 2022

BLOGGER : APALAH ARTI SEBUAH NAMA?


 Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah wa syukurilah, akhirnya aku mendapat ilham untuk ngeblog lagi. Semoga enggak ngebosenin seperti biasanya dan buat kalian tertidur 7 hari 7 malam. 

Semoga... 😌

Kita kenalan dulu yuk. ( Buat yang mau aja. )

Namaku Ridho, umur 26 kg, tinggi badan 171 tahun dan berat badan 55 cm, untuk saat ini. Aku lulusan SMK Negeri 2 Pekanbaru, teknik sipil dan pernah kuliah di UNILAK, dan mengambil jurusan teknik sipil juga.

Sebenarnya keluargaku dulu ingin memberiku nama Ismail atau Ibrahim. Sebab aku lahir bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Mungkin kalau aku diberi nama Ismail, sekarang aku akan menjadi pengusaha ayam goreng. ( Mail temannya Upin dan Ipin. )

Dan kalau aku diberi nama Ibrahim, aku akan menjadi peternak hewan, khususnya kambing atau domba. 

Sebenarnya, apalah arti sebuah nama? 

Sebenarnya aku tak pernah ingin mengubah nama asliku, tapi aku selalu kepikiran ingin memakai nama lain. 

Misal, Yudistira Pratama. Yudistira Pratama terdiri dari dua nama depan dan belakang, Yudistira dan Pratama. Yudistira, karena aku anak pertama dari 5 bersaudara. Pratama, aku anak pertama.

Lalu ayahku pernah mengenalkan aku dengan nama 'Edo' di depan salahsatu anak magang. Hingga sampai anak magang itu mengenalku dengan nama 'Edo', dan ternyata anak magang itu satu sekolah denganku. Lewat anak magang itu, aku akhirnya jadian dengan salahsatu temannya. Tapi aku mengatakan namaku bukan 'Edo', melainkan 'Ridho'.

Tapi karena udah terbiasa, ya sudah. 

Nama 'Edo' pun akhirnya terbawa sampai sekarang. Aku membuat akun tinder dengan nama 'Edo' pertama kali. Lalu aku rubah lagi dengan nama 'Dzuhairi'. 

Loh, Dzuhairi? 

Jadi gini. Dzuhairi adalah gabungan Dzulhijjah dan nama panggilan kecilku dari kakek, nenek dan saudara/i ibuku, Arie. Aku iseng. Terus aku cari di internet arti dari Dzuhairi. Ternyata artinya bagus. Dan aku suka. Terus aku mikir, "Kok orangtuaku nggak kepikiran kasih nama ini aja ya?".

Yudistira Pratama, Edo, Dzuhairi, terus apalagi? 

Eh, emang nama asli aku siapa ya? Kan aku belum kasih tau. ( Buat pembaca cerita blog lamaku pasti tau nih. Meski enggak penting2 banget ya buat diketahui. 🤭 )

Ada satu nama lagi yang akhir2 ini terpikir olehku, tapi aku baru jadiin skrip buat naskah novel/bukuku yang akan aku tulis dan kirim selanjutnya.

'Pagi Artama' 

Aku lagi kepikiran dan nyusun skrip buat naskah novel/buku selanjutnya. Nama 'Pagi Artama' terpikirkan olehku karena aku habis nonton film Cinta Laki-Laki Biasa. Terpikirkan aja gitu.

Aku suka film Cinta Laki-Laki Biasa. Karena selain ada dua artis favoritku, Deva Mahendra ( yang main di Tetangga Masa Gitu? ) dan Velove Vexia yang pernah main sinetron yang nyamar jadi cowok dan main bola (lupa nama sinetronnya). Disana Deva Mahendra tampak bijak dan dewasa, tidak seperti di 'Tetangga Masa Gitu?' yang berperan sebagai Bastian, suaminya Bintang yang diperankan oleh Chelsea Islan. 

Velove Vexia juga cantik banget. Pakai hijab cuy.

Aku pribadi suka sama cewek Bondol, yang rambutnya pendek, tomboy, bisa masak air, mancing keributan dan main FIFA. Nggak harus bisa masak. Nanti gofood aja. 😌

Pagi Artama, karena ia lahir di pagi hari dan..?  

Yup, kalian benar.

Senang rasanya jika ada orang yang sepemikiran dan sefrekuensi. Karena aku suka terpikir sebuah ide2 yang orang2 di sekitarku jarang paham. Butuh waktu 3 abad buat mengerti.

Cerita 'Pagi Artama', akan menceritakan tentang seorang laki2 yang menikah dengan teman lamanya yang sudah berpisah dengan mantan suaminya. Inspirasi nama aku dapat dari film Cinta Laki-Laki Biasa, dan ide aku dapat dari sinetron Azab Indosiar. 

Mantap kan? 

Huehuehue...

Ya udah, itu aja. Terimakasih karena sudah membaca cerita singkatku ini, dengan seksama, teman, sahabat, mantan pacar, mantan suami/istri, anak, ayah/ibu, papa/mama, dan dengan siapa saja.

Jangan nantikan cerita singkat (tidak jelasku ini), sebab aku mungkin akan menulis lagi tahun depan. 

See you...

I Love Me ❤️















Minggu, 02 Oktober 2022

BLOGGER : DIAM-DIAM AKU ( INGIN ) PERGI

 Assalamualaikum Wr. Wb.


Aku ingin diam2 pergi dari sini ( rumah ). Karena, . . . .





Namaku Ridho. Ini kisahku yang lain. Pastinya real. Bukan hoax atau dibuat2. Seperti gado2. Fufu 🤭 


Kita memang tidak boleh iri dengan kehidupan orang lain. Karena itu ada istilah 'rumput tetangga akan tampak lebih hijau dari rumput sendiri'. Tapi aku benar2 iri dengan kehidupan orang lain, yang orangtuanya tidak pengekang dan menilai anak2 mereka hanya dari materi saja.


Saat ini, karena aku sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, setiap apa yang aku ucapkan selalu salah dimata mereka. Setiap yang aku lakukan, seakan2 dilupakan begitu saja. 


Mungkin jika kalian membaca blogku sejak awal tahun 2015, kalian akan mengingat apa yang kutulis dahulu. Ya, 'Diskriminasi'. 


Intinya aku dikekang dan dibedakan perlakuannya, dengan adik2ku oleh orangtuaku. 


Aku memiliki suara yang memang agak tinggi, tapi aku bisa bersuara pelan dan rendah. Meski aku memiliki kekurangan, yaitu agak susah bicara, gagap, tapi tidak terlalu. Namun aku juga cukup tegas dan berpendirian. 


Ketika bicara dengan adik2ku, orangtuaku malah mendengarkan dan tak menggubris. 


Aku tau ini semua adalah kesalahanku. Sebab... 


Ketika masih memiliki pekerjaan, aku adalah seseorang yang ringan tangan dalam membantu ekonomi dan kebutuhan keluargaku. Sebelumnya aku mau mengatakan, disini aku tidak menuntut.


Meski gajiku pas2an (tidak UMR apalagi UMK), tapi aku selalu mencukupkannya, agar bisa kuberi untuk orangtua dan adik2ku yang masih bungsu. Aku punya 4 orang adik, yang dua masih sekolah. 2 adikku itu yang kumaksud. 


Aku pernah sampai dicermahai oleh almarhum sahabatku, Febri namanya. Almarhum mengatakan apa yang kulakukan salah. Sebab, aku tidak mementingkan diriku, karena belum tentu orang lain (keluargaku) akan memikirkanku. 


Waktu itu aku mikirnya, "Aku tak peduli. Sebab Allah SWT itu Maha Melihat dan Maha Mengatur Segalanya.". 


Apa yang dikatakan almarhum benar adanya. Mereka memang memikirkanku, tapi mereka lebih menuntutku. 


Sekarang aku tak didengar dan setiap yang kuucapkan dianggap angin lewat. Aku tak mengatakan apa yang kukatakan benar, tapi setidaknya yang aku katakan adalah sesuatu yang terbaik untuk mereka. 


Seperti, makan dan minum jangan berdiri dan jangan pakai tangan kiri. Sehabis makan, langsunglah cuci piring. Kasihan ibu yang kesehatannya tak sebaik dan sesehat dulu. Sebelum tidur, susun buku dan siapkan seragam sekolah untuk besok pagi. Dll.


Ibuku mendukung, tapi tak menegaskan. Kecuali jika di pagi hari. Setiap pagi akan ada keributan, yang dimana suara ibu pasti akan bergema. 


Aku bukan contoh yang baik atau panutan untuk adik2ku saat ini. Karena, aku tak memiliki apa2 lagi. 


Bukan insecure atau overthinking, tapi memang aku tak memiliki apa2 dan tak dipandang baik lagi. 


Beberapa bulan ini aku jarang keluar dan lebih banyak di rumah saja, karena aku pasang badan dan mengalah untuk orangtua dan adik2ku. Sampai ketika hari pertama lebaran Syawal dan Haji, aku di rumah juga. Hari ketiga baru keluar untuk bersilaturahmi.


Sebab, motor dipakai dan jarak rumah kami dari kota cukup jauh. Ditempuh naik motor membutuhkan waktu setengah jam. Ke pusat kota, 1 jam kurang. 


Aku lebih sering memasukan lamaran online di Internet, daripada offline. Alhamdulillah, ada jobfair. Aku bisa memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan. Alhamdulillah juga, ada yang dipanggil dan ada yang tidak. 


Menjadi orang yang tidak enakan itu enggak enak. Benar. Aku selalu tidak jadi pergi interview karenanya. Alhasil, aku belum mendapatkan pekerjaan sampai skrg. Meski teman2 sudah memberikan loker di IG, WA dan FB, tapi belum ada yang dipanggil. 


Baru beberapa hari lalu orangtuaku berkata, "Mamak tuh bingung mau jawab apa kalau ada yang nanya kau kerja apa. Kau nggak pernah mau berusaha.". Ayahku menyetujui dan mengatakan aku keras hati dan pelawan, karena aku ingin memberi penjelasan pada ibuku. 


Aku?


Aku menangis dan berdoa di dalam kamar, aku minta udahan. Sebab menurutku, orangtuaku lupa dengan apa yang aku lakukan untuk mereka dan adik2. 


Tapi buatku, ya sudahlah.

Karena itu aku ingin merantau dan pergi jauh. Meski teman2ku ada yang mengatakan, "Nanti kalau orangtua kau kenapa2 gimana? Selagi masih ada, kau buatlah mereka senang dan bahagia, do.". 


Dulu kukira dengan membantu mereka dalam melakukan dan meringankan pekerjaan rumah saja sudah cukup. Setidaknya dengan menikah dan memberikan mereka cucu (seperti adikku yang sudah menikah duluan), tapi ternyata tidak.


Ketika ayah dan ibuku menelfon adikku yang nomor 3 yang sedang di luar kota, aku menangis dibuatnya. Omongannya (orangtuaku) manis dan halus, walaupun ucapan mereka (adik2ku) agar kasar dan nada suara mereka cukup tinggi. 


Ibuku, "Nggak kasih mamak sama ayah uang do?".


Terdengar seperti bercanda? Hohoho . . .

Entahlah. Tapi ibu dan ayahku berkata seperti itu sampai 3 Kali. Terdengar juga nada rendah seperti kecewa.


Adikku? 


Adik2ku (yang nomor 2 dan 3) adalah orang yang berbeda. Yang nomor dua cukup perhitungan dan nomor tiga ringan tangan sepertiku. Bedanya, adikku yang nomor 3 terlihat dan terbuka. Kalau aku, tertutup dan tidak terlihat. 


Karena itu, aku ingin pergi. Sudah berbeda perlakuan dan penilaiannya ibarat langit dan bumi.