Rabu, 11 Oktober 2017

BLOGGER : KERASNYA HIDUP, MEMBUATKU SESAK BOKER.



Yolo….

Siapa bilang kalau kerasnya hidup, hanya akan membuat seseorang mengakhiri hidupnya? Kalau kalian mengira seperti itu, kalian enggak sepenuhnya salah, ada benarnya juga. Masalah ekonomi, bisa membuat seseorang frustasi.

Dan kali ini, blogger akan membahas tentang ‘Krismon’. 

-
-
-
-

Sok2an mau bahas krismon, sekolah juga cuma sampai pintu gerbang doang. Kuliah juga cuma sampai kantin.

Namaku Ridho Adha, panjangnya Ridho Adha Arie. Panjangnya lagi, Uchiha Itachi.

Blogger mau bertanya sedikit ke kalian. Kalau banyak2 enggak akan selesai2 ini cerita, bukannya jadi cerita blog, eh malah jadi novel pula nanti.

 Pertanyaannya, “Uang itu apa sih?”.



Kalian bisa menuliskan definisi uang, di kolom komentar. Jika enggak mau ditulis, enggak pa-pa juga, blogger sadar diri kok, blogger bukan siapa2. Penulis bukan, artis bukan, terkenal enggak, ganteng enggak, keren enggak, kaya enggak, dan sukses juga enggak, … haaa.. maksudnya belum, belum sukses.

Uang bagi blogger adalah duit, dan duit adalah uang.

Uang hanyalah selembar kertas, yang bisa membuat hidupmu bahagia.

Membeli kuota untuk streaming drama Korea ( Utara ), pantengin IG doi, download anime dan drama Korea ( Utara ),  nge-save foto doi, dan banyak lagi.

Blogger adalah orang sedang membutuhkan uang, tapi yang enggak membutuhkan blogger.

Kenapa?

Karena Spongebob tinggal di laut, kalau di darat, mungkin blogger bisa pinjam uang dengan Spongebob, untuk beli pulsa, ambil paket 30mb/hari dan nge-save foto doi.

Krismon, adalah kondisi dimana seseorang sedang membutuhkan uang. Tapi uang, akan datang jika seseorang itu mau berusaha. Dan… kenapa blogger yang udah berusaha kesana-kemari, tapi uangnya belum datang juga ya?

Hmmm…

Dan kenapa orang yang enggak mau berusaha, dan hanya modal meminta, alias ngemis dengan orangtua, dapat ya?

Hmmm…

Udah gitu, orang itu malah kritis dengan blogger.

Sedikit curhat, ada kritikan yang datang ke blogger, “Lo nya aja yang pesimis, optimis dong.”.



Sayangnya itu udah lama banget, dan orangnya masih berteman dengan blogger di Facebook. Blogger enggak ada niat untuk menjelek2kan, tapi blogger hanya mau mengatakan…

“Andaikan aku pesimis, apakah blog Jelek-Jelek Penulis ini masih ada hingga sekarang? Apakah blog Jelek-Jelek Penulis ini udah enggak update cerita lagi?”

Mau blogger balas, “Bego lo.”, tapi karena blogger enggak mau cari ribut, blogger kalem aja. Dan sekarang… blogger ingin mengatakan lagi….

“Syukuri apa yang udah diberikan Tuhan, pada orangtua kalian. Tuhan memudahkan rejeki orangtua kalian, dan orangtua kalian, memberikan sebagian, dan bahkan hampir sepenuhnya rejeki tersebut, ke kalian. Membeli handphone misalnya, laptop, notebook, motor, mobil dan juga beberapa fasilitas yang sekarang bisa kalian nikmati.

Kalian bisa kuliah, melanjutkan sekolah setelah lulus dari SMA/MA/MK.

Uang bulanan dan uang harian, dapat. Syukuri.

Hidup kalian beda dengan hidupku. Walaupun kita sama2 bernafas, punya kaki, punya tangan, punya mata, hidung, mulut, dan lain sebagainya. Kita juga diberikan otak untuk berfikir.

Syukuri apa yang kalian miliki sekarang. Alhamdulillah kan, dan nikmatin. Tapi kalian jangan sampai lupa dengan dunia. Ingat, ada yang membutuhkan, bantu.”

-
-
-
-
Hidup selalu berjuang, dan berharap uang jatuh dari langit, yaaa… itulah blogger.



Andaikan ada biji pohon uang, blogger akan minta satu. Blogger tanam, blogger rawat, lalu pohon tersebut berbuah uang, akan blogger ambil, lalu blogger gunakan uang tersebut untuk membantu keluarga blogger terlebih dahulu.

Lalu blogger ambil sisa uang yang ada, dan bukan rakus dan serakah, blogger tebang pohon tersebut, lalu blogger buang jauh2, agar blogger enggak lupa akan dunia.

“Ibaratkan ayam, lupa akan daratan.”

“Ibartakan kacang, lupa akan kulitnya.”


Kerasnya hidup ini, membuatku sesak boker. -_- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar